nuklir


Oleh : Markus Wauran *)

Prancis adalah salah satu negara maju dan pilar utama Eropa karena kekuatan ekonomi, peran politik, dan kemajuan teknologinya. Dalam sejarah, Prancis melahirkan beberapa pahlawan perang yang tersohor di seluruh dunia. Sebut saja Jean d’Arc, Napoleon Bonaparte, dan Jenderal Charles de Gaulle. (lagi…)

In the Jan. 27 edition of the Sunday Rutland Herald and Times Argus the article “Energy Choices: Cheap or Green?” listed the carbon dioxide emission of nuclear energy as “zero.” You are perpetuating a myth that the nuclear industry would like to keep alive. (lagi…)

Palembang, Kompas – Badan Tenaga Nuklir Nasional tahun ini tengah mengkaji beberapa tempat di luar Semenanjung Muria, Jepara, untuk lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Langkah ini diambil menyusul penolakan beberapa pihak terhadap rencana pembangunan pembangkit di daerah tersebut. (lagi…)

STTN, Sekolah Tinggi Tenologi Nuklir-BATAN Yogyakarta telah menyelenggarakan Sarasehan SDM Teknologi Nuklir Indonesia selama sehari pada tanggal, 22 April 2008 bertempat di Auditorium STTN-BATAN Jl. Babarsari Yogyakarta diikuti kurang lebih 110 orang peserta dari Pejabat Eselon I dan II BATAN; Eselon I dan II BAPETEN; Alumni STTN; Perguruan Tinggi Kedinasan; Profesor Riset PTAPB-BATAN; RSUD dr Karyadi Semarang; RS Dr. Muwardi Solo; Dinkes, RS, RSUD Daerah Istimewa Yogyakarta; serta undangan lainnya. Sarasehan dibuka oleh Bapak DR. Hudi Hastowo selaku Kepala BATAN juga sebagai Dewan Pembina STTN.

(lagi…)

Oleh Ferhat Aziz : Sekretaris Jendral Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia

Pernyataan penolakan sebagian masyarakat terhadap rencana pemanfaatan tenaga nuklir untuk listrik cukup menarik dicermati. Alasan utama penolakan ialah risikonya dirasakan terlalu tinggi, tanpa penjelasan tentang apa dan seberapa besar risiko itu. Di samping itu ada pula faktor perasaan kurang percaya diri karena nuklir masih dianggap sebagai teknologi baru yang belum sepenuhnya kita kuasai. (lagi…)

Ketersediaan energi menyongsong abad ke-21 menjadi hal krusial yang harus dipikirkan sejak dini oleh para generasi muda di dunia. Bukan hanya dari negara maju, tetapi Indonesia juga harus ikut berperan serta. Sebagian besar energi yang dikonsumsi oleh dunia berasal dari minyak bumi, lalu diikuti oleh batu bara di urutan kedua.

Penggunaan sumber energi seperti ini tentu saja memiliki dampak yang kompleks terhadap dimensi lingkungan dan sosio-politik seperti pemanasan global dan fenomena oil shock yang bersumber dari faktor geopolitik sebuah negara. Beberapa negara maju sudah memulai memanfaatkan sumber energi alternatif terbarukan untuk menyokong kebutuhan energi masyarakatnya seperti tenaga surya ataupun tenaga hidro. Salah satu sumber energi yang juga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik adalah energi nuklir fisi.

(lagi…)

Jogjakarta-Untuk mengetahui tingkat pemahaman, tanggapan dan masukan dari kalangan mahasiswa Jogjakarta terhadap Iptek Nuklir, selama bulan Mei-Juni 2008 dilaksanakan Jajak Pendapat Iptek Nuklir yang meliputi 4 kabupaten (Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo) dan satu Kodya Yogyakarta di Propinsi DIY. Jumlah responden sebanyak 1.000 mahasiswa yang tersebar di 10 Perguruan Tinggi, yaitu UGM, UNY, UMY, UII, UIN Sunan kalijaga, UPN Veteran, Universitas Gunung Kidul (UGK), Universitas Sanata Dharma, Universitas Atmajaya dan IKIP PGRI Wates. Jajak pendapat yang dilakukan menggunakan metode proporsionate random sampling, dan sampai saat ini sudah memasuki tahap analisis data. Direncanakan, hasil jajak secara lengkap akan selesai pada bulan awal Juni 2008.

(lagi…)